Wednesday, November 4, 2015

Kuliah atau Selingan...


kami sama-sama sudah menelan masing-masing 2 gelas extra joss susu (untuk para lelaki). Sedangkan saya extra joss susu di tegukkan pertama, dan milo hangat di tegukkan kedua :')
Sambil wifian, nyambil ngetik-ngetik tugas yang terkejar deadline, ada yang besok ada yang lusa :')

semuanya pada ngisep rokok. iya yang dibakar, mau yang mana lagi coba ? saya terganggu ? enggak sama sekali.
semuanya di warung kopi ini adalah kaum adam. meaning ? saya jadi yang terhawa (?) fucking shittttt what do I mean -_-
iyaaa jadiiiii saya sendirian cewek. bodo amat yaa, kan setara. siapapun boleh ke waurng kopi.

pengiring kegiatan kami disini adalah lagu-lagu western yang digubah -pake niat- jadi dangdut :( (example : Baby-nya Justin Bieber, My Heart Will Go On-nya Celine Dion, Diamond in The Sky-nya mbak Rihanna ) de el el
enak sih, bikin manggut manggut hahaha
yaa kan namanya juga dangdut is the musical of my country, agree or not we're dealing with this :)

btw, waktu yang udah kita habiskan adalah 4 jam blahhhhh

selama itu juga ga ada kaum hawa lain yang datang :')

mau siap-siap pulang. mandi. ketek udah lelah. udah adzan juga, takut ntar disembunyiin buto ijo.
hiiiii ~ T_T

By..the..way, langitnya bagusssss. memberikan kesan romansa yang manis:)

Tempat : Iyo Tok Coffee, Joyogrand


Sunday, November 1, 2015

For the past October and Welcome, November !

In the end of October I thank you all for the blessings. So many things have passed. Ton of lucks, wallowing in emotion, matchless happiness. 
Noticed that I'm not a little girl anymore-well yeah maybe I still am for my dad- having a future plan is a must, at least I should have started to string up everything. Finish my bachelor degree, seeking a scholarship for a short course in communication/broadcasting program, have a view where I should put my internship in 6th semester, career, earning money haha, love affair ? might be. There's a looooot og things, and these things will cost a lot of penny though. 

First. I got my birthdaaaaaaaay ice cream and surprises. Thank you, thank you so much. The world loves you, people. And all the prayers, also the wishes will turn to you as well. And the gifts ! I can't believe I got what I wanted or what I needed, they really knew how to cheer me up pfft. I got my new drawing set, new novel, new brave red travel super short pants -it's the way it is-, a handmade travel note, butterflies origami, a photo album filled with my pictures. And I serve my self as well. I purposefully buy a handmade oxford boot, paint a "21" graffiti, buy a new water color, and wished for more spirits and energies. And yeaah the last, I got so many birthday wishes from a wide variety of people, may our prayers fly to the sky, heard by God. Time will make them come true. Don't forget to put a great effort for a great result ;). Okay

Second. I've been lately sooooo over than hectic than the celebration of 17 agustus-an. Dealing with the activities in campus organization, held the competitions and I'm as the steering committee here. I took more responsibility than others T_T. Sadly, not everyone is as enthusiast as I do. So I've been acting like I know everything for the event, I tell you darling be a responsible person is turned out to be costly :')

Third. I got few super short escapes.

 Fourth. I got my guitar fixed. My friend hands the kindess for willing to fix my super broken guitar and as the result is quite satisfactory.

Fifth. What kind of happiness you need when all you got is to be healthy :)

So here are the documentations -sorry to mention that too formal hehe- for what has passed in October.



 
What A Birthday ! Thank you, fellas ! :*


Thursday, September 17, 2015

They Look Perfect to be My Partners


You are guys still the thing that I called a gift. I know I'm not being the grateful person lately, but let me show you how I truly appreciate your existence, even your absence in my life, Dear friends.
First of all, who can deny that I’m abundantly blessed. The blessing from God -you guys- is one of the precious things to be grateful for. Here, outta town, far from family make you guys is the only choice I have. God always has a place for me where I can see these people, beautiful, charming, caring and amazing human being.I know, how far we’ve gone, what we did last summer, what mountain we climbed together as an amateur team in climbing, what thing we laughed for, a girl that has been the topic of our unimportant conversation, telling each other who we like, what we feel and think. 


Wednesday, September 9, 2015

Sepekan Berlalu...

00:09
Maunya tidur, tapi kayaknya kebiasaan begadang sudah mulai menggerogoti hari-hari saya. blah
- - -
Selamat, Din ! kamu sudah melalui 18 bulan masa hubungan bersama Dia-Yang-Orangnya-Terlampau-Saya-Sayangi.
He annoys my mind more than I ever thought possible. But, I want to spend every irritating minute with him.
Aheeyyy ~~~
- - -
Jadi karena perasaan saya lagi bermekaran, ga bakal dong ngeposting hal-hal galau nan mistik. Sepekan berlalu rasanya cepet banget. Like I realize that I've done nothing, means I have to set my goals even bigger. 2 hari kuliah mulai senin, saya berusaha menampakan keceriaan saya kepada sekitar. Menampakan ? iya, karena yang saya rasakan tidak demikian. Siapa sangka masa studi saya sebentar lagi (amin) akan berakhir. Saya sekarang udah semester 5. Siapa yang gak seneng, tiba-tiba udah bentar lagi akan magang, laporan magang, dan skripsi. Semuanya pasti punya perasaan "wow" itu, namun ada sekelumit tanggung jawab yang agak menumpuk. Dan kesenangan selalu datang sepaket dengan keriwehan gono gininya. Satu kata. Jalanin !

Dapet temen baru, ngunjungin tempat baru, suasana baru, gak semuanya baru deng. Seneng lah, saya gampang kok dibuat terkesan.

Picture talks a lot at this time, I should agree with this argument since I got my fingers hard to type :p

kiri-kanan: Reza, saya, mba Lisa, Alif, Ebit. Gn. Panderman. Btw, mbak yang disebelah saya itu temen baru kenal asal surabaya. Elegantly smart :D

Sunday, September 6, 2015

...

Saya lagi bahagia
Jadi kalo ada yang mau ngajakin jalan, ayok
Kemana aja, ayok
Bareng siapa aja, ayok

Duit ga masalah
Nanti banyak yg nge-back up
Cihuy


Tuesday, August 11, 2015

It's been fondling my mind lately

D: ... aku takut nih

K: Apaan dah ?

D: Kayanya aku ga bakalan nikah

K: Apaansihhh kok tiba-tiba ngomong gitu ?!

D: I guess I'm slowly diagnosed by life that dealing with the opposite sex brought me to suffer

K: ...

- percakapan langsung berganti topik

Wednesday, June 3, 2015

Tuhan Itu Pemimpi

Manusia tercipta lengkap dengan perasaan, pikiran, dan jiwa. Perasaan menjadi mimpi, pikiran menjadi tindakan dan jiwa menjadi legitimasi bahwa manusia itu memang "ada".
Manusia memiliki kehendak, namun diatas kehendak manusia ada dzat yang lebih berkehendak, Tuhan, jika saya tidak salah penyebutannya. Diatas langit masih ada langit ^^

Lantas dimana batasan kehendak yang dimiliki oleh manusia jika segalanya atas pengesahan Tuhan, jika yang diinginkan terjadi maka terjadilah ! begitu kira-kira isi terjemahan suatu ayat.

sek, isinya mulai ngawur...
Jadi gini, bukankah kita sebagai manusia yang berserakan di muka bumi ini hanyalah sebagai buruh Tuhan ? Tuhanlah yang bermimpi dan kita sebagai sumber daya manusia yang mencipta mimpi-mimpi itu.

Tidak lolos dalam suatu seleksi bergengsi internasional -jiahahaha tapi emang beneran, bener ga lolos- bikin lumayan geram sama diri sendiri. Sadar kalau belum mengupayakan yang terbaik, sadar kalau itu belum rezeki saya ? yaa yaa bisa. Sadar kalo susaaaaahhhhh banget buat bikin keputusan penolakan apakek yang ujung-ujungnya korbannya adalah saya, dan kesempatan buat saya.

Kratak. Inget tahun lalu ga ikut seleksi karena baru tahu ada seleksi setelah 3 hari pendaftaran online ditutup. Kalau mesti ngulang seleksi lagi tahun depan untuk pemberangkatan tahun depannya lagi, artinya kalaupun tahun depan lolos baru akan berangkat tahun 2017. Itu udah masuk tahun terakhir di universitas, dan sedang berdarah-darahnya sama skripsian. Amin.

Itu. Mimpinya Tuhan. Sudah ter-setting demikian di jagad raya agar terlihat seolah-olah itu adalah keinginan saya.

Lontaran saya inipun masih dalam tahap verifikasi wkwk, saya pun belum sepenuhnya percaya
Namun hipotesa yang saya ambil adalah Tuhan itu pemimpi juga, hanya saja usahanya terlihat dalam jiwa dan raga manusia dalam mewujudkannya.

and at the end, God always has a dream, of you and for you. Yohooo !

Dinda A,
Wassalam

Ayo !

20.
Masih berwujud. Masih menghembus. Masih ingin diakui eksistensinya. Masih belum dewasa. Belum. Masih mencari sesuatu entah apa. Cari.

Kamu itu manusia yang harus terus berjalan. Yaa dengan keteguhan hatimu, dengan segala keyakinan yang ada, dengan panduan hatimu, dan mungkin dengan sedikit receh di saku. Siapa kata di usia segini segalanya tidak terpikirkan ? masa depan ? pasangan ? teman ? rumah tinggal ? traveling ? barang-barang teranyar ? semuanya terpikirkan. Namun yang terpenting untuk saat ini adalah idealisme. Tunggu tunggu, mungkin kamu tidak sedang serius

Masuk ke jurusan perkuliahan dengan beralaskan coba-coba, materi perkuliahan yang diraba-raba, kawan yang mengada-ada. Seseorang berkata kepadamu “sudahlah, pikirkan saja bagaimana jadinya negeri ini di masa mendatang, itu sudah tugasmu”
Kemudian, kamu membathin “Aku mempelajari teori agar pada praktiknya berjalan dengan sesuai, tidak lantas membuatmu hilang kewajiban untuk ikut memperbaiki tanah merah yang putih ini, kalau kau tidak ingin ikut- setidaknya mencoba berusaha- membenahi negeri ini, tarik dan hembuskanlah nafasmu itu di galaxy lain di tata surya ini”. Itu

Coba pikir dulu apa yang bisa kamu berikan, kontribusi. Masih mikir nanti didepannya akan dapat apa ? aduh, kenapa seakan-akan seluruh planet harus mengitarimu, kenapa tidak jadi pluto yang kehilangan orbitnya dan mengitari matahari tanpa lintasan orbit yang jelas. Atau kenapa tidak jadi matahari yang bersinar hingga neptunus walau terlanjur beku sudah bongkahan planet itu ^^


Dinda A,
Wassalam 


Tuesday, June 2, 2015

Nobody Nowhere

21.31.
Masih di halaman 306 nonfiksi coretan Donna Williams mengenai kisah nyata gadis autistik. Dan itu bukan halaman penghabisan, dan membacanya-pun butuh pengulangan beberapa kali.

Entah kenapa bacaan seperti itu terhampar di keinginan saya untuk dibaca, awalnya karena buku yang lain belum hatam- selalu seperti itu sih. Tulisannya blak-blakan, memberikan kisah perjalanan hidup yang “luar biasa”, ia memetakan peta dari sebuah dunia yang paling sulit dijamah, sebuah kesaksian memesona mengenai kecerdasan yang tak lekang oleh derita mental. Dari sini pun saya sadar bahwa kita memang memahami segala sesuatu secara pribadi, berbeda, segala sesuatu terinterpretasi atas dasar pemahaman pribadi, terkhusus para penderita autistic yang sulit menyerap ajaran dari luar. It’s just another interesting thing I wanna know. Skip.




Friday, May 29, 2015

Bicara yang Berbahasa

katanya...
aku ini terlalu ingin tahu segalanya
katanya...
jika tak ingin bergantung dengan lainnya, maka kebisaan akan segalanya adalah mutlak

katanya...
keingintahuanku yang dalam ini adalah hal yang baik
dan tidak mengapa jika dipertahankan

namun, terkadang dunia tidak menyediakan segalanya, bukan ?
lalu kemana jawab harus kucari ?
aku bukan orang yang filosofis, pun idealis
sulit mencetak karakter pribadi itu
sulit

berandai mampu menggenggam pandangan dalam setiap hal
terjebak dalam pengharapan semu
yang menginginkan kelihaian dalam berdialektika

kitab-kitab teori Tokoh Besar-pun tak kunjung ku-hatam-kan
karena kendala bahasa
ketika bahasa menjadi batas pengetahuan, ketika bahasa memnghambat keinginan umat untuk tahu...
jadi...
jadi...
mungkin aku harus membeli Kamus Besar Bahasa Indonesia
he..he..hee

Sunday, May 3, 2015

Jemput ia, Biru.


menatap nanar bulan yang berpendar dan mulai kehilangan memorinya
merengsek di ilalang yang musnah sudah jati dirinya
dibawah beringin tua, ia menanti
dihantar oleh sepeda tua dan dilekati gaun 50-an nya
rambut ikal diteduhi fedora pemberian entah siapa
ia masih menanti...

setia bersama cerah hari itu
bergeming dengan tanda tanya di kepalanya
ditemani birunya atap bumi ciptaan sang Pencipta
ia ingin selekas itu menjadi merah muda yang dijemput biru
mekar dan merona
namun, sampai angan itu tiba
ia hanya bisa menanti

dan rintik mulai bersimbah
gadis itu bertolak

We- whether you want it or not- Accepting The Difference

Bintangku berdentang
Jarum jam dinding tua-ku berkelip
entah...
Merah hanyalah merah
Hijau hanyalah hijau
Kuning hanyalah kuning
Warnanya riuh, bak pelangi di deretan air terjun
Sekali lagi, jangan dicampur aduk-kan
Hidupmu, hidupku
Tak akan berpotongan di titik yang sama


Wassalam,
Dinda A
in which I'm trying to analyse a thing, indeed I face the confusion in 

Wednesday, April 1, 2015

Slightly feel about...



A friend is exist in your life, once in a life time
But I never see bestfriend
Once or more times I had good friends
I believe in them
I didn’t want to depend on them
Bestfriends are temporary
And, good friends ?
..................................................................................................................................................................
Karena telah tertatih dentang itu bergoyang
Dan telah menjadi puing pula pikiran-pikiran yang tadinya ter-cap idealis
Masihkah semuanya berpijak pada independensinya masing-masing
Tengok saja, semua berputar dalam kepentingan semu terbalut kepedulian
Sudikah ?
Relakah ragamu mengabdi pada tanah yang kau gemborkan kaya ini ?
Kaya alamnya, kaya budayanya, ragam rupa manusianya, ragam rupa kelicikannya
Haha...
Rutinitas yang benar-benar rutin
..................................................................................................................................................................
Bila memang semuanya telah tergores rapih diatas kertas sang Ilahi
Mengapa masih saja kau mengupayakan mendapatkannya ?
Yang Maha Merajai se-dunia yang tak kutahu ujungnya ini,
Aku bergeming mempertanyakan segala hal, mungkin tidak segalanya secara keseluruhan, namun ini banyak, uhh
Karena aku bertanya, haruskah aku sendiri yang mendapatkan jawabannya ?
Jawab !
Menarilah, menari selepas ombak berjaya di lautan
Menari serasa angin membuaimu
Menari, menari, menarilah pikiran-pikiran yang tak terarah dan temukan satu arah
Yang bersahaja, yang menemanimu, menuntunmu ke keinginanmu
Kamu bebas
Sebebas...
Ahh tak ada analogi yang akan tepat menggambarkan kebebasanmu...
Untukmu yang sejatinya sedang mencari jawaban atas segalanya


 Dinda, A

Sunday, March 29, 2015

been seems like...

been gone for so long
never thought on my mind I'll be back for soon
I have no gut to face a thing
I want to rebel
I want to break the rule
still, no gut in me

Wednesday, March 18, 2015

Tentang Berbaik-sikap

Belum seberapa seharusnya saya menyelesaikan tugas deskriptif mengenai nasionalisme radikal, PNI, komunisme dan sosialisme radikal, namun keinginan saya ditikung oleh keinginan mem-posting sesuatu disini.
Petang ini, sebelum meninggalkan kampus seusai mata kuliah Ekonomi Politik-yang dosennya mewajibkan mahasiswanya berpakain syar'i means bener-bener harus pake rok buat yg perempuan, skip- ada temen yang usianya beberapa tahun diatas saya berpesan sesuatu, yang membuat saya terus-menerus mikirin hal itu. Sederhana tapi mengena, dan benar-benar mengingatkan.
Kemarin-kemarin saya sempet berpendapat orang dihubungkan dengan orang lainnya atas dasar kepentingan, kebutuhan, entah itu sosial ataupun ekonomis dll, dan saya belum menemui orang yang berteman dengan alasan karena 'yaa karena kamu itu kamu'. Susah yaa kayaknya, inget aja manusia kan emang makhluk yang saling membutuhkan ^^
Tapi teman saya ini maunya apa saya juga bingung, dengan dia yang mengingatkan saya tentang hal itu dia jelas-jelas ga akan dapetin apa-apa. Kepuasan bathin ? asudahlah, manusia ga akan pernah puas, percaya saja.
Dunia ini menggembirakan yaa, selalu ada pikiran-pikiranmu yang dipatahkan dengan realitasnya, selalu ada pemikiran yang memiliki kecacatan, selalu saja dunia ini tahu caranya agar kamu tahu bukannya hanya kamu seorang yang berdiri di lebarnya daratan ini. Dunia selalu punya kejutan, dan dia menghantarkannya melalui makhluk-makhluk menggemaskan yang terlampau sulit terdefinisi tingkahnya. 
B : "Din, besok aku pinjem catetanmu"
D : "Kamu ngerti tah sama tulisanku itu ?"
B : "Iya ngerti, untuk pemaknaan tulisanmu itu nanti urusan yang disini" sambil elus-elus jidatnya 
D : "Hahaha oke kalo gitu ga masalah" 
B : "Di zaman ini kita krisis orang baik, jangan cari pinternya dulu kalo udah pinter nanti lupa diri dan ga beretika makanya kapitalisme, koruptor itu dimana-dimana soalnya orang pinter juga udah mewabah tapi yaa itu belom baiknya itu, sekarang ini bagus kamu jadi orang baik aja dulu, kalo udah baik semuanya sejalan kan, ujung-ujungnya baik" 

Saya lagi dikasi wejangan singkat, rek. Entah kenapa dia tiba-tiba ngomongnya begini. Lumayan bergeming saat itu, mengingat-ingat kapan terakhir kali saya berbuat baik. Lupa. 
Untuk kalian-kalian yang sejatinya menginginkan kebaikan, berbaik sikaplah kepada sesama. Terlalu sering jenis frasa ini digaungkan di seantero jagad, namun terbayang sukar untuk dilakukan. Yah, semangat saja ! dan ingat, dilakukan agar segalanya menjadi baik ^^
Wassalam,
Dinda A

Wednesday, February 4, 2015

Hmm




Kamu harus tau kalau kamu tidak tahu...
Mengenal diri sendiri saja butuh waktu selamanya...
Apalagi mengenal orang lain,bukan ?
tuktuk
dor !




Thursday, January 8, 2015

penerimaan itu bisa jadi segalanya yang dimiliki saat ini

Menjalin hubungan itu bukan sebuah proses pencarian. Hina rasanya kamu berkelana hanya untuk mencari yang cocok dengan karaktermu. Cocok ? Tidak akan pernah seorang merasa klik dengan seorang lainnya. Kita ini tumbuh saja dari benih yang berbeda, cara melihat langit saja sudah berlainan. Yang perlu dilakukan adalah "penerimaan" dan berdamai dengan perbedaan yang ada. Kelanggengan dan kesalingan akan terjalin karena dasar penerimaan. Jadi terima saja mereka walaupun terkadang membuat kepalamu linglung akan pikirannya yang superior. 


surprise yourself of people surround you -

Wassalam,
Dinda A