20.
Masih berwujud. Masih menghembus.
Masih ingin diakui eksistensinya. Masih belum dewasa. Belum. Masih mencari
sesuatu entah apa. Cari.
Kamu itu manusia yang harus terus
berjalan. Yaa dengan keteguhan hatimu, dengan segala keyakinan yang ada, dengan
panduan hatimu, dan mungkin dengan sedikit receh di saku. Siapa kata di usia
segini segalanya tidak terpikirkan ? masa depan ? pasangan ? teman ? rumah
tinggal ? traveling ? barang-barang teranyar ? semuanya terpikirkan. Namun yang
terpenting untuk saat ini adalah idealisme. Tunggu tunggu, mungkin kamu tidak
sedang serius
Masuk ke jurusan perkuliahan
dengan beralaskan coba-coba, materi perkuliahan yang diraba-raba, kawan yang
mengada-ada. Seseorang berkata kepadamu “sudahlah, pikirkan saja bagaimana
jadinya negeri ini di masa mendatang, itu sudah tugasmu”
Kemudian, kamu membathin “Aku
mempelajari teori agar pada praktiknya berjalan dengan sesuai, tidak lantas
membuatmu hilang kewajiban untuk ikut memperbaiki tanah merah yang putih ini,
kalau kau tidak ingin ikut- setidaknya mencoba berusaha- membenahi negeri ini,
tarik dan hembuskanlah nafasmu itu di galaxy lain di tata surya ini”. Itu
Coba pikir dulu apa yang bisa
kamu berikan, kontribusi. Masih mikir nanti didepannya akan dapat apa ? aduh,
kenapa seakan-akan seluruh planet harus mengitarimu, kenapa tidak jadi pluto
yang kehilangan orbitnya dan mengitari matahari tanpa lintasan orbit yang
jelas. Atau kenapa tidak jadi matahari yang bersinar hingga neptunus walau terlanjur
beku sudah bongkahan planet itu ^^
Dinda A,
Wassalam

0 Comment(s):
Post a Comment