Belum seberapa seharusnya saya menyelesaikan tugas deskriptif mengenai nasionalisme radikal, PNI, komunisme dan sosialisme radikal, namun keinginan saya ditikung oleh keinginan mem-posting sesuatu disini.
Petang ini, sebelum meninggalkan kampus seusai mata kuliah Ekonomi Politik-yang dosennya mewajibkan mahasiswanya berpakain syar'i means bener-bener harus pake rok buat yg perempuan, skip- ada temen yang usianya beberapa tahun diatas saya berpesan sesuatu, yang membuat saya terus-menerus mikirin hal itu. Sederhana tapi mengena, dan benar-benar mengingatkan.
Kemarin-kemarin saya sempet berpendapat orang dihubungkan dengan orang lainnya atas dasar kepentingan, kebutuhan, entah itu sosial ataupun ekonomis dll, dan saya belum menemui orang yang berteman dengan alasan karena 'yaa karena kamu itu kamu'. Susah yaa kayaknya, inget aja manusia kan emang makhluk yang saling membutuhkan ^^
Tapi teman saya ini maunya apa saya juga bingung, dengan dia yang mengingatkan saya tentang hal itu dia jelas-jelas ga akan dapetin apa-apa. Kepuasan bathin ? asudahlah, manusia ga akan pernah puas, percaya saja.
Dunia ini menggembirakan yaa, selalu ada pikiran-pikiranmu yang dipatahkan dengan realitasnya, selalu ada pemikiran yang memiliki kecacatan, selalu saja dunia ini tahu caranya agar kamu tahu bukannya hanya kamu seorang yang berdiri di lebarnya daratan ini. Dunia selalu punya kejutan, dan dia menghantarkannya melalui makhluk-makhluk menggemaskan yang terlampau sulit terdefinisi tingkahnya.
B : "Din, besok aku pinjem catetanmu"
D : "Kamu ngerti tah sama tulisanku itu ?"
B : "Iya ngerti, untuk pemaknaan tulisanmu itu nanti urusan yang disini" sambil elus-elus jidatnya
D : "Hahaha oke kalo gitu ga masalah"
B : "Di zaman ini kita krisis orang baik, jangan cari pinternya dulu kalo udah pinter nanti lupa diri dan ga beretika makanya kapitalisme, koruptor itu dimana-dimana soalnya orang pinter juga udah mewabah tapi yaa itu belom baiknya itu, sekarang ini bagus kamu jadi orang baik aja dulu, kalo udah baik semuanya sejalan kan, ujung-ujungnya baik"
Saya lagi dikasi wejangan singkat, rek. Entah kenapa dia tiba-tiba ngomongnya begini. Lumayan bergeming saat itu, mengingat-ingat kapan terakhir kali saya berbuat baik. Lupa.
Untuk kalian-kalian yang sejatinya menginginkan kebaikan, berbaik sikaplah kepada sesama. Terlalu sering jenis frasa ini digaungkan di seantero jagad, namun terbayang sukar untuk dilakukan. Yah, semangat saja ! dan ingat, dilakukan agar segalanya menjadi baik ^^
Wassalam,
Dinda A
0 Comment(s):
Post a Comment