menatap nanar bulan yang berpendar dan mulai kehilangan memorinya
merengsek di ilalang yang musnah sudah jati dirinya
dibawah beringin tua, ia menanti
dihantar oleh sepeda tua dan dilekati gaun 50-an nya
rambut ikal diteduhi fedora pemberian entah siapa
ia masih menanti...
setia bersama cerah hari itu
bergeming dengan tanda tanya di kepalanya
ditemani birunya atap bumi ciptaan sang Pencipta
ia ingin selekas itu menjadi merah muda yang dijemput biru
mekar dan merona
namun, sampai angan itu tiba
ia hanya bisa menanti
dan rintik mulai bersimbah
gadis itu bertolak
0 Comment(s):
Post a Comment