Friday, May 29, 2015

Bicara yang Berbahasa

katanya...
aku ini terlalu ingin tahu segalanya
katanya...
jika tak ingin bergantung dengan lainnya, maka kebisaan akan segalanya adalah mutlak

katanya...
keingintahuanku yang dalam ini adalah hal yang baik
dan tidak mengapa jika dipertahankan

namun, terkadang dunia tidak menyediakan segalanya, bukan ?
lalu kemana jawab harus kucari ?
aku bukan orang yang filosofis, pun idealis
sulit mencetak karakter pribadi itu
sulit

berandai mampu menggenggam pandangan dalam setiap hal
terjebak dalam pengharapan semu
yang menginginkan kelihaian dalam berdialektika

kitab-kitab teori Tokoh Besar-pun tak kunjung ku-hatam-kan
karena kendala bahasa
ketika bahasa menjadi batas pengetahuan, ketika bahasa memnghambat keinginan umat untuk tahu...
jadi...
jadi...
mungkin aku harus membeli Kamus Besar Bahasa Indonesia
he..he..hee

Sunday, May 3, 2015

Jemput ia, Biru.


menatap nanar bulan yang berpendar dan mulai kehilangan memorinya
merengsek di ilalang yang musnah sudah jati dirinya
dibawah beringin tua, ia menanti
dihantar oleh sepeda tua dan dilekati gaun 50-an nya
rambut ikal diteduhi fedora pemberian entah siapa
ia masih menanti...

setia bersama cerah hari itu
bergeming dengan tanda tanya di kepalanya
ditemani birunya atap bumi ciptaan sang Pencipta
ia ingin selekas itu menjadi merah muda yang dijemput biru
mekar dan merona
namun, sampai angan itu tiba
ia hanya bisa menanti

dan rintik mulai bersimbah
gadis itu bertolak

We- whether you want it or not- Accepting The Difference

Bintangku berdentang
Jarum jam dinding tua-ku berkelip
entah...
Merah hanyalah merah
Hijau hanyalah hijau
Kuning hanyalah kuning
Warnanya riuh, bak pelangi di deretan air terjun
Sekali lagi, jangan dicampur aduk-kan
Hidupmu, hidupku
Tak akan berpotongan di titik yang sama


Wassalam,
Dinda A
in which I'm trying to analyse a thing, indeed I face the confusion in