Monday, September 25, 2017

Hitchhiking and Backpacking : West Borneo (Indonesia) - Sarawak (Malaysia)

Patut diabadikan dalam sebuah tulisan, berhubung juga sudah lama sekali rasanya gak meraba blog ini heuheu

Akhir pekan sabtu minggu yg lalu (16-17 September), berhubung hari nonaktif kerja saya putuskan aja buat main ke Kuching berhubung lokasi penelitian di Entikong (perbatasan indo-sarawak,malay). Hari ini pergi besoknya udah balik lagi gitu. Pagi-pagi udah pack barang (yeuu macem mau pergi semingguan), jam 7 sekian udah ke jalan raya, kali ini niatnya pergi kesana dengan hitchhike ! Alias nebeng alias numpang alias dengan modal jempol dan sikit keberanian  ! Perlu dicatat saya ini hitungannya benar2 masih hijau dalam hal nebeng menebeng. Hitchhike pertama adalah agustus tahun lalu numpang truk dari banyuwangi-denpasar, yg kedua pas di US dr Maryland-DC (ini sih deket hehe), yg ketiga dari padang bai bali-denpasar(yg inipun kocak karna abangnya rese parah). Jalan lah saya pagi itu, keadaan sekitar masih sedikit sunyi aman tenteram damai, hanya beberapa orang yg lalu lalang, anak2 berangkat sekolah, dan beberapa TNI yg berjaga di perbatasan melempar sapa dan senyum, beberapa warga pun tak luput dari pandangan saya kalau mereka benar terlihat heran ada anak perempuan jalan kaki jam segitu, bawa ransel gede dan sendirian, dikata mau minggat kali yaa haha. Beberapa ojek juga nyamperin buat nawarin nganterin ke perbatasan (and yes I had to pay), dgn sopan saya tolak saja. Akhirnya setelah merasa cukup berjalan kaki, disinilah perjuangan ceilahhh disinilah hal2 yg tak terduga dimulai. Disinilah jempol saya mulai lincah melancarkan aksinya. Hyahhhh susah2 gampang coy, meyakinkan pengemudi mobil buat berhenti dan memberikan tumpangan gratis. Pengemudi mobil2 yg bernopol malaysia biasanya hanya tersenyum malah ada yg nunjuk sambil ketawa2 dan lambai2 tok ke arah saya, dan mereka bawa mobilnya laju sekali sampe ngeri saya :').