gelap tak berarti sepi
sepi tak berarti sebuah perhelatan telah berakhir
satu warna sekalipun terkadang memberi lebih dari satu arti
ohh lega
ohh tidak
ohh nyamannya !
iya benar, ini teramat nyaman
entah apa karena sore tadi ku terlampau terlelap hingga dengkurku menjadi nada
atau karena secangkir kopi murah yang kuteguk sebelum bersemedi di titik ini
membuatku yakin terjaga hingga 12 jam kedepannya
aku sedang merasa hidup
rasanya, tidak pernah sehidup ini
di barisan bangku berderet
perpustakaan kampusku
kampus biru yang mengapa biru pun aku dangkal dalam memahaminya
aku sedang merencakan sebuah perjalanan
bukan perjalanan seperti yang kau bayangkan, tunggu dulu
bukan perjalanan menapaki tempat yang instagram-able kalau kata anak muda kekinian
aku ingin lebih menjadi diam saat ini
yang aku yakini baru-baru ini adalah menjadi diam merupakan mediaku
memberi ruang kepadaku dan dunia sekitar yang abstrak ini
untuk menuju keintiman sebuah rangkaian detik
di penghujungnya pun kemudian
tidak ada intensi terjelas sekalipun
yang memperjelas