Perasaan. Sangat kompleks rasanya jika ingin mendefinisikan
suatu perasaan. Perasaan senang, sedih, terpuruk, bahagia, bahagia berlebihan,
galau, galau berlebihan, atau perasaan yang gak berperasaan (?)
Tapi menurut saya perasaanlah yang hakikatnya membuat
manusia itu menjadi manusia. Perasaanlah yang memanusiakan manusia itu sendiri,
yang membedakan manusia dengan ciptaan bernyawa lainnya.
Tapi saya akhir-akhir ini sering dibuat gerah dengan tingkah makhluk bernyawa sekitar saya yang bisa
dibilang tidak mempergunakan hatinya untuk merasakan perasaan. Terlalu banyak
momen yang bisa dibilang memberika rasa berbeda
tetapi lantas diabaikan begitu saja. Ahh apa karena sibuk dengan urusan
mahasiswa ? organisasi ? wirausaha ? bukan bagian otak saja yang perlu diupgrade dan difungsikan, kamu punya hati
lho. Berperasaanlah kepada sekitar, kemudian cerna di otak jangan lantas
gegabah menginterpretasikan segalanya dari apa yang kamu lihat. Melihat secara
materi mungkin iya itu fungsi dari mata, melihat lebih dalam dan mendapatkan
sebuah makna saya rasa itu fungsinya hati :’)
Penting untuk selalu merasa, memang nantinya akan timbul
efek seperti kesal, bahagia, atau remuk redam haha. Jika berefek maka kamu
merasa, dan kamu itu manusia. Merasa kadang menjadi pengingat bahwa kamu ini
manusia. Sebenarnya saya kurang paham dengan postingan yang saya tulis saat
ini, namun jelas yang saya inginkan adalah berperasaan...
Selamat merasa rasa, teman ^^
Wassalam, Dinda A