Sunday, December 28, 2014

...




"bahkan bersamamu dalam sepi-pun terasa menyenangkan, walaupun tak kumengerti hidup ini maunya apa"
D



Thursday, December 18, 2014

Kamu Punya Hati, kan ?



Perasaan. Sangat kompleks rasanya jika ingin mendefinisikan suatu perasaan. Perasaan senang, sedih, terpuruk, bahagia, bahagia berlebihan, galau, galau berlebihan, atau perasaan yang gak berperasaan (?)
Tapi menurut saya perasaanlah yang hakikatnya membuat manusia itu menjadi manusia. Perasaanlah yang memanusiakan manusia itu sendiri, yang membedakan manusia dengan ciptaan bernyawa lainnya.
Tapi saya akhir-akhir ini sering dibuat gerah dengan tingkah makhluk bernyawa sekitar saya yang bisa dibilang tidak mempergunakan hatinya untuk merasakan perasaan. Terlalu banyak momen yang bisa dibilang memberika rasa berbeda  tetapi lantas diabaikan begitu saja. Ahh apa karena sibuk dengan urusan mahasiswa ? organisasi ? wirausaha ? bukan bagian otak saja yang perlu diupgrade dan difungsikan, kamu punya hati lho. Berperasaanlah kepada sekitar, kemudian cerna di otak jangan lantas gegabah menginterpretasikan segalanya dari apa yang kamu lihat. Melihat secara materi mungkin iya itu fungsi dari mata, melihat lebih dalam dan mendapatkan sebuah makna saya rasa itu fungsinya hati :’)
Penting untuk selalu merasa, memang nantinya akan timbul efek seperti kesal, bahagia, atau remuk redam haha. Jika berefek maka kamu merasa, dan kamu itu manusia. Merasa kadang menjadi pengingat bahwa kamu ini manusia. Sebenarnya saya kurang paham dengan postingan yang saya tulis saat ini, namun jelas yang saya inginkan adalah berperasaan...
Selamat merasa rasa, teman ^^

Wassalam, Dinda A

Saturday, November 29, 2014

Tunggu saja...

Tunggu saya balik dari liburan eh ziarah singkat ke makam mantan Presiden Indonesia Kiai Haji Abdurrahman Wahid dan akan ada postingan selesai itu.
Setelah itu mau mampir-mampir dan jalan-jalan manja ke daerah Trowulan, Mojokerto...
Hahaha ~
Wassalam,
Dinda Asri

Wednesday, November 19, 2014

Today's Struggle



Since I never posted anything in this blog, I literally not interested to tell you what happened to me lately. Not because I pass through some uninteresting moments, you know life goes up and down, every single time is precious, but I just not interested to share what I’ve been through. For now.
I am 20 years old right now. Entering the third decades of my life makes me measuring what have I done all this time, what have I given to surround me, how important I am around the people, how my quality of social life impacts to another thing, how my college life runs, how I make friends to my friends (am I being the really friends they know or I’m imitating someone?), how my love life runs (am I being a good girlfriend for him ? dude, I don’t know). As far as that, I should can see what my future will be but actually everything is like a monochrome, I learn some lecture right now, but I’m not sure where this –kind of what I’m studying at university level- will taking me.
People said “your future depends on what you’re doing nowadays”. Ooh look! I’m struggling to understand every Political Theory, Philosophy, Sociology, Indonesian Political System, and another Political blablabla theory... duuuuuude, aren’t you tired of these? No need to ask that , I am already tired as hell. Wups pardon...
Serious. Socializing. Optimistic as I can. Creative. Talk to people. Laugh. Pray. Finish everything well done. Take the compliment. Be brave. Be rational. Don’t easily getting tired and mad, your hard work will be paid off, soon. And the last but least I’m living my love affairs (ugh don’t think I put this on a black list of mine, this makes me breathing glad J)...
Those are what I’m trying to do. inshaAllah with full of hardwork and dear Lord please show me a little sign to my future then I can take the next step to catch that. Amien.

no need to worry of being weird. as long as you respect your own, you're a great person for now.


Wassalam,
Dinda Asri

Monday, March 31, 2014

Another Beginning

Dosen saya bilang "Kalo kamu gak bisa ngomong, nulis. Kalo gak bisa dua-duanya, give up on your life". Jadi mendasar pada perkataan dosen tadi saya mau belajar 'nulis' hehe tapi ga menutup kemungkinan juga saya akan belajar 'ngomong', karena saya ngerasa mulut masih belepotan kalo berurusan sama kata-kata. pong
Nulis di blog ini, seperti menulis di lembaran lama. Samar-samar tulisannya bisa terbaca, mungkin masih terbawa tulisan-tulisan lama yang menggerayangi perasaan -_-
Semua postingan di blog ini sebelumnya saya hapus, jejaknya di internet sudah hilang. Sengaja. Gak layak dipublikasikan, gak layak dibaca.
Blog yang sekarang ini isinya bakalan macem-macem, tentang saya dong, kamu, mereka yang mungkin gak saya kenal atau bahkan setitik noda yang hadir di tembok kamar saya akan saya bagikan. Mungkin. Dan kalaupun hal-hal tersebut memang ada. hehe :v
Respon apa saja akan saya terima, mau kesel ya gak apa-apa, kalaupun seneng yaa syukur, kalau gak jelas ya saya juga akan lebih gak jelas :p




Wassalam,
Dinda Asri